Sedih itu..

Tinggalkan komentar

sedih itu terkadang datang bagaikan badai

menghamburkan segala yang ada

meniup terpa dengan sangat

meliungkan segalanya ke segala arah

 

terkadang sedih itu bagaikan angin

menakutkan bagi mereka yang gubuknya kecil

namun begitu, semua terasa sejuk

sejuk yang tak tergambarka

 

terkadang sedih itu bagaikan hujan

meski membanjiri namun..

memberi kehidupan yang baru

menghilangkan segala haus yang menerjang

 

terkadang sedih itu datang bagai perhiasan

berkilau, menakjubkan tapi juga menakutkan

karena perhiasan itu takut sama tangan jahil

 

dan terkadang sedih itu datang bagai malaikat

mencatat segala baik buruk

mengingatkan pada masa lalu

mengingatkan bahwa Tuhan selalu ada di samping kita

bersiul dengan indah

menyampaikan segala amanah yang tertoreh

memberi ketegaran dan kesabaran

memanggil nama kita dalam kesenyapan

 

itulah sedih yang sering kali membuat kita terpuruk

dan tersenyum di balik tirai yang abadi

pare, 11, 2011

i l o v e y o u ”

Tinggalkan komentar

Sungguh air mata itu masih meleleh

Saat ku panggil senyummu dari jarak yang tak terhingga

berlayar melewati arah yang begitu membingungkan

senyummu juga masih terlihat tabu

saat ku sapa hadirmu dalam pelukku

menyandarkan rindu ke segala arah

dengan rona wajah yang begitu sunyi

ku ingin sekali mengusap air mata beningmu

tapi rindu yang begitu berat tak dapat mengangkat jariku

wajahmua begitu sunyi saat ku ucap

“i still love you” entah kalimat itu benar apa tidak

tapi yang pasti maksudku benar-benar menyelinap dalam kalimat itu

aku tak dapat menggores dadamu saat detak jantungmu berkata

“aku juga”

hatiku berteriak lega, karena….

karena kamu mengerti maksudku

“i love you hwver”

Antusias Guru PKn

1 Komentar


Menjadi guru bukanlah hanya semata takdir atau hanyalah sebuah pilihan yang tidak begitu diminati karena tidak sedikit diantara kita yang memilih pekerjaan guru hanyalah pekerjaan sampingan. Namun tidak demikian ketika kita sudah benar-benar menjadi guru, ini seolah-olah menjadi tanggung jawab besar serta  menjadi kewajiban kita untuk benar-benar dilaksanaka terutama dalam pembentukan moral, karakter dan akhlak mulia. Dan juga harus menyadari bahwa guru itu harus layak digugu dan ditiru karena kata-kata guru itu bagaikan sabda yang selalu diikuti oleh peserta didiknya. Dan begitu juga pemerintah sebagai instruktur guru untuk memperbaharui manajemen dan metode pendidikan, seperti yang baru-baru ini kita dengar yakni pendidikan berkarakter.

Pada suatu kesempatan penulis menawarkan suatu produk (perangkat pembelajaran) perangkat pembelajaran yang telah di buat oleh beberapa guru matapelajaran yang diantaranya adalah guru PKn serta telah dievaluasi oleh beberapa uji ahli dalam bidangnya. Penyebaran penawaran ini dilaksanakan di salah satu SMP swasta di Malang melalui penyebaran angket kepada guru untuk mengisi apakah produk yang kami tawarkan itu layak untuk diterapkan di kelas, ada kesalahan teknis dan manfaat dari perangkat tersebut bagi peseta didik. Di sini penulis yang bertindak sebagai tim peneliti juga harus datang langsung ke sekolah dan menerangkan hal ihwal tentang produk yang kita tawarkan kepada mereka (guru matapelajaran) karena tidak menutup kemungkinan ada guru yang kurang setuju dengan pendidikan berkarakter ini.

Disamping menerangkan tentang produk ini penulis juga sedikit berdiskusi mengenai pendidikan berkarakter ini dan dari semua jawaban yang mereka lontarkan kepada penulis secara umum beranggapan bahwa pendidikan berkarakter ini sebenarnya sudah ada sebelum dianjurkan oleh Diknas,  hanya saja belum tercantum secara tertulis. Pada diskusi ini guru sangat terlihat antusia dalam berkomentar entah apa yang melatar belakanginya?

Dan pada gilirannya ada salah satu guru matapelajran yang jawabannya sangat menarik sebut saja guru marapelajaran PKn. Guru matapelajan moral nomor satu ini beranggapan bahwa disamping sudah diterapkan sejak dahulu  juga ada kaitannya dengan latar belakang psikologi pendidik, moral serta akhlak mulia. Kemudian guru tersebut menyinggung (mencontohkan) tentang kasus Gayus dan Nazarudin yang sering kita dengar dari awak media. Guru tersebut beranggapan bahwa Gayus dan Nazarudin itu bukan akibat dari tidak dicantumkan-nya pendidikan berkarakter itu dalam perangkat pembelajaran, akan tetapi ini berkaitan dengan psikologis mereka yang secara tidak langsung mereka sedikit sakit jiwa. Seperti yang kita ketahui pula bahwa pendidikan Gayus dan Nazarudin  juga dilatar belakangi pendidikan yang notaben agamanya kental. Nah, secara otomatis penanaman karakter itu juga sudah tertanam dalam dirinya, dan sekarang yang patut kita salahkan siapa? Guru PKn-kah yang jelas-jelas kental dengan pelajaran moral dan akhlak mulia?

Kendati demikian guru moral ini sangat mengapresiasi terhadap Mentri Pendidikan kali ini karena dianggap sudah memberi perubahan besar terhadap pendidikan yang nantinya sangat bermanfaat bagi generasi bangsa dan semoga tidak ada lagi generasi seperti Gayus dan Nazarudin yang sangat merugikan rakyat kita ini.

Ibu Ridhoilah

1 Komentar

Mata birumu selalu mmenyinari langkahku

Senyum manismu masih menari  di mataku

Kata-kata bijakmu masih tersimpan direlungku

Begitupula dengan pesan-pesanmu

Sungguh masih tersimpan di lubukku

 

Doamu yang selalu kau lantunkan

Juga mengikuti langkahku

Air mata yang telah kau urai seolah menjadi penyejuk batinku

Dan menjadi penyemangatku

 

Ibu ridhoilah kemanapun aku pergi

Karena tuhan menuruti ridhomu..

Pare, 30 okt 2011

Bolehkah

Tinggalkan komentar

Bolehkah aku bercerita kepadaMu?

Tentang masa lalu yang suram nan kaku

Bolehkah aku bercerita kepadaMu?

tentang masa lalu yang gemilang

Bolehkah aku meringkas semua kata kepadaMu?

tentang masa-masa yang telah terabaikan

Bolehkah aku menyisipkan rangkaian kata untuk masa depan kepadaMu?

Bolehkah??!

Bolehkah semua ku ungkap dengan kata yang tak terungkap

Dengan tangan yang tak mampu menengadah,

Dengan alis yang tak bergerak

Dengan mata yang tak mampu berkedip..

Bolehkah semua itu ku kuak kepadaMu

Hanya kepadaMu Tuhan….

Pare, 30 okt 2011

Jika Tanpamu

2 Komentar

aku tak tahu dan tak mengerti
apa arti sajak hari ini
semua telah terlantun lewat perubahan waktu
menguak dan tak mau disadari

aku juga tak paham
dengan torehan penaku hari ini
semua hanya meleleh dan tak mau diarti

aku juga tak bisa berfikir
apa arti hidupku hari ini
semua telah kusuguhkan dengan langkah 
kuayunkan dengan senyum
kulukis dengan cinta 
namun semua hanya terlihat sirna begitu saja

itulah hidupku jika tanpamu

Cintailah Apa yang Kita Miliki

3 Komentar

kita berangkat dari kegamangan berjalan menuju kecerdasan bercita-cita menjadi yang lebih baik itu adalah cara yang paling pesimis yang pernah kita tempuh karena kita sadar “kita bukanlah siapa2” diantara mereka yang sudah menjadi “siapa”  kita harus beranjak, membangun sebuah keoptimisan dari cita-cita yang lebih baik  menjadi cita-cita “harus menjadi yang terbaik” kita harus melewati aral yang menantang,melintang dan menjungkir, karena kita mempunyai kegigihan yang kuat, kita harus menjadi orang seperti yang kita inginkan, itulah salah satu cita-cita kita. bukan begitu kawan?. namun siapa sangka semua itu seolah berangsur-angsur hilang karena kita tak begitu mementingkannya, menjaganya dan memeliharanya dengan baik. kita tumbuh dengan kebiasaan yang lain, tumbuh dengan cara yang lain karena kita harus beradaptasi dengan orang-orang sekitar. dan sekarang adalah saatnya memetik hasilnya. ketika kita ditawarkan sebuah “hasil” kita terkejut dan sekaligus tersadar “inikah hasilnya, mengapa cuma ini yang saya dapat, dimana yang lain, ini bukan yang saya inginkan?” begitulah kata yang terucap dalam hati seolah kita baru bangun dari tidur pulas kita yang bermimipi dikejar ular yang sangat buas, tubuhnya bergetar dan menggigil karena masih tersisa ketakuatan yang dibawa dalam mimpi. tapi semua itu sudah berakhir begitu saja. penyesalan begitu menderu, penyesalan begitu menggerogoti hati dan pikiiran seolah semua yang ada dalam tubuh ini adalah penyesalan. kita ingin mengulang kembali waktu yang telah berlalu namun jam dinding mengelak karena dia capek mengingatkan kita dalam kelalaianya. kita terbuai oleh manisnya dunia yang senyumnya begitu menggoda, kalau tidak tergoda kita  agak sedikit  gila. sekarang saatnya kita mengemas diri menerima apa adanya, menerima apa yang diberikan kepada kita, karena hanya sebatas inilah usaha kita mengapa kita minta lebih? kita harus sadar diri akan semua itu agar tidak menyesal yang sedalam-dalamnya. kita syukuri yang ada karena kita telah diajarkan oleh kata ini “jika kita tidak bisa memiliki apa yang kita inginkan. maka cintailah apa yang kita miliki saat ini” dan “Tuhan tidak melihat apa yangdihasilkan kita  akan tetapi Dia melihat usaha kita “. maka sadarlah kawan kalau kita ada yang mengatur, kita bolehbercita-cita setinggi angkasa namun kita tak boleh arrogant, kita harus pasrah kepada Tuhan setelah usaha kita tawarkan kepadaNya, semoga kita selalu menjadi orang yang bersyukur, amin..

 

Older Entries